Kejari Tebo Tahan Kadis PMD Bersama Rekanan

Iklan Semua Halaman

Kejari Tebo Tahan Kadis PMD Bersama Rekanan

Rabu, 04 Desember 2019


BERITATEBO - Akhirnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo, resmi menahan 2 orang tersangka atas dugaan Mark Up pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang diambil dari anggaran Dana Desa (DD) pada tahun 2017 silam.

Tersangka tersebut adalah orang Nomor satu di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Tebo, yang bernama Suyadi, SH, dan salah satu rekanan (pihak ke 3) atas nama Cahyono. Pada rabu (04/12).

Suyadi tiba di Kantor Kejaksaan Negeri Tebo pada pukul 10:45 wib. Sebelum dilakukan penahanan, tersangka Suyadi sempat diperiksa kesehatannya di ruang Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) oleh Dokter Rumah Sakit RSUD Tebo kurang lebih setengah jam.

Tersangka Suyadi keluar dari ruang Kasi Datun terlihat menggunakan baju kaos warna hitam dengan celana dasar, dan langsung dibawa untuk dititipkan di Lapas kelas IIB Muara Tebo, yang langsung didampingi kuasa hukumnya Tomson Purba.

Sedangkan Rekanan tersebut tiba dikantor kejaksaan Negeri Tebo setelah ba'da Magrib, yang datang dari Jakarta dengan memakai kemeja levis, dan langsung menuju ke ruangan Pidsun Kejari Tebo. Tidak lama kemudian langsung digiring ke Lapas kelas II B Muara Tebo.

Terkait penahanan kedua tersangka, Kepala Kejaksaan Negeri Tebo M. Yusuf Tangai, melalui Kasi Pidsus, Medi Santoni, SH saat dikonfirmasi membenarkan atas penahanan Kepala Dinas PMD bersama rekanan tersebut.

"Iya hari ini kita menahan 2 orang tersangka atas dugaan Mark Up LPJU pada tahun 2017 silam, dengan menggunakan anggaran DD,"terangnya.

Untuk kerugian Negara lanjutnya, berdasarkan audit BPKP jumlahnya lebih kurang 1,6 Milyar. Dan itu menggunakan anggaran DD yang ditetapkan oleh Kepala Dinas itu sendiri.

"Itu dari anggaran Dana Desa, yang ditetapkan dan langsung dibantu oleh Dinas Pemerintahan Desa," ungkapnya.

Saat ditanya apakah ada tersangka lain atas kasus ini, dirinya menyampaikan bahwa, pihak Kejaksaan akan melakukan pendalam kembali terhadap kasus ini. 

"Kita akan tetap melakukan pendalaman lagi bersama para tim, sisi-sisi mana saja. Dan kita melihat dari perjalanan sidangnya juga,"terang Medi.

Berkas dua orang tersangka tersebut lanjutnya, secepatnya akan disampaikan ke Pengadilan Negeri Tebo, dan insyaallah akan disampaikan sebelum tahun 2020 mendatang.

"Secepatnya akan kita sampaikan ke PN, namun kita juga melihat jadwal dari pengadilan karna ini akhir tahun mungkin mereka banyak yang cuti. Yang jelas paling lambat berkasnya akan kita sampaikan awal Januari nanti," tuntasnya.(crew)