DPRD Tebo Minta Pihak BPN Ukur Tanah Masyarakat Gunakan Data Valid -->

Iklan Semua Halaman paling atas

DPRD Tebo Minta Pihak BPN Ukur Tanah Masyarakat Gunakan Data Valid

Kamis, 11 Juni 2020


BERITATEBO - Ketua DPRD Tebo Mazlan dan beberapa anggota DPRD dari Komisi II meminta agar pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tebo pada saat melakukan pengukuran tanah masyarakat agar benar-benar menggunakan data yang valid. Hal ini dikarenakan ada penerbitan Sertifikat tanah milik masyarakat di desa Bangun Sranten, Kecamatan Muara Tabir terjadi tumpang tindih. Rabu (10/06/2020).

Kemarahan Ketua DPRD Tebo yang didampingi beberapa anggota DPRD Tebo dari Komisi II ini dikarenakan adanya dua sertifikat dalam satu tanah dengan nama yang berbeda dan tahun penerbitannya juga berbeda.

"Saya minta kepada pihak BPN Tebo pada saat mengukur tanah masyarakat gunakan data yang benar, kalau tidak menggunakan data yang benar inilah akibatnya,"kata Mazlan.

Hal ini juga dikatakan oleh Masri, selaku ahli waris dari Darman Anas, ada satu kesalahan dari pihak BPN pada saat melakukan pengukuran tanah yg terletak di Desa Bangun Seranten, Kecamatan Muara Tabir, dalam satu tanah terjadi dua sertifikat yang berbeda.

"Masak iya dalam satu tanah ada dua sertifikat yang berbeda,"sebut Masri.

Setelah diukur secara manual yg didampingi oleh pihak BPN,DPRD Kabupaten Tebo, Camat Muara Tabir, Kapolsek, Babinsa Muara Tabir, Kades Bangun Seranten, Kadus Bangun Seranten, Tokoh Adat Kecamatan Muara Tabir, maka tanah tersebut benar terjadi tumpang tindih dengan dua sertifikat yang berdekatan dengan milik Darman Anas.

"Kita sudah melakukan pengukuran kembali, memang benar adanya terjadi tumpang tindih di satu tanah tersebut,"(crew)