Jelang Pilkada Serentak, Dua Anggota PPS Desa Tuo Ilir Mengundurkan Diri -->

Iklan Semua Halaman paling atas

Jelang Pilkada Serentak, Dua Anggota PPS Desa Tuo Ilir Mengundurkan Diri

Jumat, 16 Oktober 2020



BERITATEBO - Lebih kurang Pilkada serentak yang akan dilaksanakan di seluruh Indonesia pada tanggal 9 desember nanti tinggal 2 bulan lagi, akan tetapi di Kabupaten Tebo khususnya Kecamatan Tebo Ilir desa Tuo Ilir anggota PPS menyatakan mundur dari Panitia Pemungutan Suara (PPS), selain anggota PPS, dua orang Sekretariat Tuo Ilir juga menyatakan sikap mundur diri dari ke anggotaan. Kejadian tersebut terjadi pada kamis (01/10/2020).

Hal tersebut berawal dari ucapan Ketua PPK Kecamatan Tebo Ilir yang tidak pantas dikeluarkan oleh seorang pimpinan yang dibuat dalam group WA PPS Kecamatan Tebo Ilir.  "Yang belum ngirim malam ini hasil faktualnya berarti tidak mau tanggung jawab, mungkin dia anggap kerjanya ini ayahnya yang punyo berarti kerjaan ini dia anggap dan anggap dio lulus itu karena dia pintar, padahal sudah lamo kami suruh faktual sebelum uji publik kemarin. Tapi aku lihat pemberitahuan dalam group be tidak dibaca dan ada yang baca acu tak acu be. Dan jika ada PPS yang belum juga melakukan faktual kelapangan berarti emang membangkang" kata-kata seperti ini memang tidak pantas diucapkan oleh seorang pimpinan, yang sangat menyinggung perasaan.

Hal tersebut dibenarkan Riadussholihin salah satu anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) desa Tuo Ilir, "Iya benar, Ketua PPS dan Ketua Sekretariat desa Tuo Ilir menyatakan mundur dari Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Sekretariat,"benar Sholihin yang sebelumnya sebagai anggota PPS Tuo Ilir.

Dirinya juga mengatakan, pekerjaan yang dikerjakan selama ini sangat tidak dihargai, dan dirinya juga menilai, etika seorang pimpinan terhadap bawahan juga tidak ada.

"Sebagai pimpinan, harusnya pimpinan bisa menghargai bawahan, serta berbicara harusnya ada etika,"sebutnya.

Sedangkan lanjutnya, sebelumnya sudah menyampaikan kepada Ketua PPK, bahwa PPS Tuo Ilir akan melakukan faktual pada hari Jum'at. Hal ini dikarenakan susahnya melakukan komunikasi ke Dusun Lancar Tiang. Berdasarkan informasi dari salah satu warga disana, masyarakat akan kumpul pada hari jum'at. Akhirnya Ketua PPS putuskan untuk kesana pada hari jum'at, dan Ketekpun sudah kami booking. 

Lebih lanjut perjalanan menggunakan ketek yang ditempuh kurang lebih 2 jam membuat mereka harus memastikan keberadaan masyarakat disana

"Memang tujuan ketua PPK menyampaikan hal tersebut tidak ke PPS Tuo Ilir saja, akan tetapi penyampaian di group PPS Kecamatan Tebo Ilir tersebut membuat kami sebagai PPS Tuo Ilir tersinggung, maka dari itu kami menyatakan sikap untuk mundur dari PPS dan keluar dari group tersebut,"tuntasnya.(cek)